Bingung!
Hidup ini untuk mencari apa?
Apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup? Sebuah pertanyaan yang tetiba
mencuat di alam pikiran, di sebuah sore yang sejuk, usai gerimis reda, yang
ternyata di sore hari awal tahun 2020. Seketika itu, otak bekerja lebih keras dibanding
hari-hari biasa. Entah apa sebenarnya yang mengakibatkan pertanyaan itu muncul
di alam pikiran. Berfikir, berfikir dan terus berfikir, hingga kemudian pikiran
menggerakan anggota tubuh (tangan-red) untuk menuangkan dalam suatu narasi yang
terdiri dari kata-kata yang tidak teratur ini. Entah hal ini karena ikut campur
hati atau murni inisiatif pikiran itu sendiri. Namun, setelah ini, akan saya
jejak digital kan narasi yang telah tertuang dalam tulisan ini.
Otakku terus bekerja, tangan kemudian bergerak, nafas memburu, jari-jari
mengetik, jantung memompa darah sehingga mengalir lebih cepat, eh ternyata
hanya kebingungan yang saya dapatkan. Namun, otak tetap terus bekerja, bekerja
dan bekerja. Oh iya, saya teringat pada suatu pelajaran, bahwa Tuhan
menciptakan manusia secara sempurna. Manusia di karuniai akal sekaligus nafsu. Dimana
keduanya merupakan hal yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan Tuhan, yakni
malaikat dan setan. Artinya manusia memiliki perangkat yang lengkap, sehingga manusia
itu mempunyai kehendak, mempunyai keinginan, mempunyai kemampuan untuk memacahkan
masalah, mampu mengidentifikasi suatu hal, serta mampu mencari sesuatu yang
memang perlu untuk didapatkan dalam hidupnya. Lantas, apa yang sebenarnya kita
cari dalam hidup? Untuk apa hidup ini? Bagaimana bisa kita hidup di dunia ini?
Ah! pertanyaan itu makin kuat menghujam pikiranku. Ia benar-benar telah
membuatku bingung.
Jadi teringat, bahwa suatu ketika saya mendapatkan sebuah pelajaran
bahwa pencarian yang dilakukan oleh manusia itu diantaranya yakni, mencari
kekuasan, jabatan, harta kekayaan, kemuliaan, eksistensi diri, pengakuan dari
orang lain, dan lain-lain, bahkan mungkin tidak jarang juga orang-orang masih
mempertanyakan apa yang sebenarnya dicari dalam hidup ini, seperti halnya saya
sekarang ini.
Apakah hidup ini sebenarnya hanya sebuah perjalanan? Yang kadang kebanyakan
orang tidak menyadari telah mendapatkan banyak hal atau menjumpai banyak
sesuatu dalam hidupnya, Atau, apakah hidup ini hanya untuk mencari kesenangan
dan kebahagiaan dunia? Atau hidup ini adalah untuk beribadah kepada-Nya dan mengumpulkan bekal
sebanyak-banyaknya guna menuju alam akhirat yang kekal adanya? Ya Tuhan! Apakah
aku sedang mengalami degradasi keyakinan atau justru sedang merefleksikan
kembali bahwa untuk apa dan mencari apa di hidup ini?
“Asyhadu alla ilaaha illallah, wa asyhadu anna
Muhammadur Rosululloh”,
aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan aku bersaksi bahwa nabi
Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT. Mungkin lebih baik aku ber-Syahadat kembali
sekarang. Dari sini aku mulai memahami bahwa hidup itu tidak kemudian ada
begitu saja. Hidup itu sudah ada yang menentukan dan hidup itu telah menjadi
bagian dari skenario-Nya. Maka, kita sebagai manusia yang menjalani kehidupan
itu sendiri, harus mempunyai tujuan hidup, harus mempunyai keyakinan, harus
beragama dan harus menyakini bahwa kita itu ber-Tuhan.
Tak terasa, saat sedang mengetik, adzan maghrib pun berkumandang. Saya putuskan
untuk mengambil wudhu dan kemudian melaksanakan sholat maghrib terlebih dahulu.
Usai sholat, saya sungguh-sungguh menyesal bahwa selama 24 (dua puluh empat)
tahun ini hidupku saya gunakan untuk aktivitas yang sebenarnya tidak banyak
memberi manfaat, baik untuk diri sendiri bahkan untuk orang lain. Ya Allah
ampunilah segala kesalahan dan dosa-dosaku.
Pada akhirnya, hanya sebuah penyesalan yang saya dapatkan. Namun saya
begitu bersyukur, bahwa di awal tahun 2020 ini saya mendapatkan energi positif
untuk dapat evaluasi diri, sehingga dapat memperbaiki diri dan melanjutkan
hidup menuju lebik baik. Mudah-mudahan. Amiin. Saya akan berusaha menjalani
hidup ini dengan lebih baik. Lebih produktif. Senantiasa berfikir positif. Istiqomah
dan komitmen dalam menjalankan suatu pekerjaan. Berusaha keras mewujudkan
tujuan hidup, yakni mampu memberi manfaat bagi orang-orang disekitar. Fokus mengerjakan
suatu hal, dan tak lupa, memperbaiki urusan beribadah kepada-Nya. Sedikit catatan,
tapi mudah-mudahan mampu membawa diriku kearah yang benar-benar lebih baik. Amiin.
Bagi siapapun yang membaca ini, semoga mampu mengambil manfaat darinya. Meskipun
tidak, semoga bisa terhibur J
Oleh
: Muhammad Ilfan Sokhib
Diketik disuatu
tempat, disudut kamar yang cukup berantakan.
Lamongan, 01
Januari 2020, 17:36 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar