Cari Blog Ini

Rabu, 01 Januari 2020

Bingung! Hidup ini untuk mencari apa?

Bingung! Hidup ini untuk mencari apa?

Apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup? Sebuah pertanyaan yang tetiba mencuat di alam pikiran, di sebuah sore yang sejuk, usai gerimis reda, yang ternyata di sore hari awal tahun 2020. Seketika itu, otak bekerja lebih keras dibanding hari-hari biasa. Entah apa sebenarnya yang mengakibatkan pertanyaan itu muncul di alam pikiran. Berfikir, berfikir dan terus berfikir, hingga kemudian pikiran menggerakan anggota tubuh (tangan-red) untuk menuangkan dalam suatu narasi yang terdiri dari kata-kata yang tidak teratur ini. Entah hal ini karena ikut campur hati atau murni inisiatif pikiran itu sendiri. Namun, setelah ini, akan saya jejak digital kan narasi yang telah tertuang dalam tulisan ini.
Otakku terus bekerja, tangan kemudian bergerak, nafas memburu, jari-jari mengetik, jantung memompa darah sehingga mengalir lebih cepat, eh ternyata hanya kebingungan yang saya dapatkan. Namun, otak tetap terus bekerja, bekerja dan bekerja. Oh iya, saya teringat pada suatu pelajaran, bahwa Tuhan menciptakan manusia secara sempurna. Manusia di karuniai akal sekaligus nafsu. Dimana keduanya merupakan hal yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan Tuhan, yakni malaikat dan setan. Artinya manusia memiliki perangkat yang lengkap, sehingga manusia itu mempunyai kehendak, mempunyai keinginan, mempunyai kemampuan untuk memacahkan masalah, mampu mengidentifikasi suatu hal, serta mampu mencari sesuatu yang memang perlu untuk didapatkan dalam hidupnya. Lantas, apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup? Untuk apa hidup ini? Bagaimana bisa kita hidup di dunia ini? Ah! pertanyaan itu makin kuat menghujam pikiranku. Ia benar-benar telah membuatku bingung.
Jadi teringat, bahwa suatu ketika saya mendapatkan sebuah pelajaran bahwa pencarian yang dilakukan oleh manusia itu diantaranya yakni, mencari kekuasan, jabatan, harta kekayaan, kemuliaan, eksistensi diri, pengakuan dari orang lain, dan lain-lain, bahkan mungkin tidak jarang juga orang-orang masih mempertanyakan apa yang sebenarnya dicari dalam hidup ini, seperti halnya saya sekarang ini.
Apakah hidup ini sebenarnya hanya sebuah perjalanan? Yang kadang kebanyakan orang tidak menyadari telah mendapatkan banyak hal atau menjumpai banyak sesuatu dalam hidupnya, Atau, apakah hidup ini hanya untuk mencari kesenangan dan kebahagiaan dunia? Atau hidup ini adalah untuk  beribadah kepada-Nya dan mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya guna menuju alam akhirat yang kekal adanya? Ya Tuhan! Apakah aku sedang mengalami degradasi keyakinan atau justru sedang merefleksikan kembali bahwa untuk apa dan mencari apa di hidup ini?
“Asyhadu alla ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadur Rosululloh”, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT. Mungkin lebih baik aku ber-Syahadat kembali sekarang. Dari sini aku mulai memahami bahwa hidup itu tidak kemudian ada begitu saja. Hidup itu sudah ada yang menentukan dan hidup itu telah menjadi bagian dari skenario-Nya. Maka, kita sebagai manusia yang menjalani kehidupan itu sendiri, harus mempunyai tujuan hidup, harus mempunyai keyakinan, harus beragama dan harus menyakini bahwa kita itu ber-Tuhan.
Tak terasa, saat sedang mengetik, adzan maghrib pun berkumandang. Saya putuskan untuk mengambil wudhu dan kemudian melaksanakan sholat maghrib terlebih dahulu. Usai sholat, saya sungguh-sungguh menyesal bahwa selama 24 (dua puluh empat) tahun ini hidupku saya gunakan untuk aktivitas yang sebenarnya tidak banyak memberi manfaat, baik untuk diri sendiri bahkan untuk orang lain. Ya Allah ampunilah segala kesalahan dan dosa-dosaku.
Pada akhirnya, hanya sebuah penyesalan yang saya dapatkan. Namun saya begitu bersyukur, bahwa di awal tahun 2020 ini saya mendapatkan energi positif untuk dapat evaluasi diri, sehingga dapat memperbaiki diri dan melanjutkan hidup menuju lebik baik. Mudah-mudahan. Amiin. Saya akan berusaha menjalani hidup ini dengan lebih baik. Lebih produktif. Senantiasa berfikir positif. Istiqomah dan komitmen dalam menjalankan suatu pekerjaan. Berusaha keras mewujudkan tujuan hidup, yakni mampu memberi manfaat bagi orang-orang disekitar. Fokus mengerjakan suatu hal, dan tak lupa, memperbaiki urusan beribadah kepada-Nya. Sedikit catatan, tapi mudah-mudahan mampu membawa diriku kearah yang benar-benar lebih baik. Amiin.
Bagi siapapun yang membaca ini, semoga mampu mengambil manfaat darinya. Meskipun tidak, semoga bisa terhibur J

Oleh : Muhammad Ilfan Sokhib
Diketik disuatu tempat, disudut kamar yang cukup berantakan.

Lamongan, 01 Januari 2020, 17:36 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MULAILAH MENULIS!

MULAILAH MENULIS! Menuangkan ide, pikiran atau gagasan dalam sebuah tulisan memang bukanlah perkara yang mudah. Apalagi bagi mereka ya...