"Memaknai Hari Sumpah Pemuda"
Hari ini,
menyeruaklah ungkapan-ungkapan, postingan atau sekedar ucapan tentang pemuda.
Mulai lapisan masyarakat bawah sampai masyarakat lapisan atas. mereka semuanya
bilang "selamat hari sumpah pemuda" baik itu secara langsung, ataupun
tidak langsung. Baik itu secara lisan, ataupun tulisan. melalui media sosial,
media massa, media cetak, dan sebagainya. Dengan santainya mereka mengumbar
ucapan tersebut.
Dan, dengan
mudahnya mereka memposting, menulis, bahkan meng-upload ulang foto atau tulisan
orang lain yang berisikan tentang ikrar pemuda pada waktu itu.
Lantas,
yang jadi
pertanyaan saya adalah bagaimana peng-implementasian-nya dalam kehidupan
sehari-hari ? Apakah benar dia sudah jadi pemuda seutuhnya.
Atau hanya
mengaku-ngaku sebagai pemuda ?
Maaf,
Pertanyaan
ini jangan di jawab.
Karena ini
bukan pertanyaan yang harus di cari jawabannya.
Tapi renungi
maksud dari pertanyaan tersebut.
Satu hal,
yang perlu
kita ketahui bersama bahwa pemuda bukanlah mereka yang usianya masih muda. Akan
tetapi, mereka yang mampu merefleksikan dalam kehidupan sehari-harinya tentang
apa itu pemuda, dia lah pemuda seutuhnya.
Ironis, jika
seorang pemuda tidak tau dengan ke-pemudaan-nya.
Dan, lebih
ironis lagi bagi mereka yang tidak tahu bahkan tidak sedikit pun ingin tahu
bahwa hari ini adalah hari sumpah pemuda.
Paling
tidak.
Maaf, ini
adalah wujud kegelisahan hati saya terhadap kondisi pemuda saat ini.
Termasuk diri
saya sendiri.
Jadi kalau
ada yang kurang pas atau kurang berkenan, harap maklum. jangan di masukkan dalam hati.
"Selamat
Hari Soempah Pemoeda. 28 Oktober."
Oleh :
Muhammad
Ilfan Sokhib,
Di kamar
pribadi.
#menyindirdirisendiri
Soempah Pemuda
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.