Cari Blog Ini

Sabtu, 28 Oktober 2017

SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA



"Memaknai Hari Sumpah Pemuda"

Hari ini, menyeruaklah ungkapan-ungkapan, postingan atau sekedar ucapan tentang pemuda. Mulai lapisan masyarakat bawah sampai masyarakat lapisan atas. mereka semuanya bilang "selamat hari sumpah pemuda" baik itu secara langsung, ataupun tidak langsung. Baik itu secara lisan, ataupun tulisan. melalui media sosial, media massa, media cetak, dan sebagainya. Dengan santainya mereka mengumbar ucapan tersebut.

Dan, dengan mudahnya mereka memposting, menulis, bahkan meng-upload ulang foto atau tulisan orang lain yang berisikan tentang ikrar pemuda pada waktu itu.

Lantas,
yang jadi pertanyaan saya adalah bagaimana peng-implementasian-nya dalam kehidupan sehari-hari ? Apakah benar dia sudah jadi pemuda seutuhnya.
Atau hanya mengaku-ngaku sebagai pemuda ?
Maaf,
Pertanyaan ini jangan di jawab.
Karena ini bukan pertanyaan yang harus di cari jawabannya.
Tapi renungi maksud dari pertanyaan tersebut.

Satu hal,
yang perlu kita ketahui bersama bahwa pemuda bukanlah mereka yang usianya masih muda. Akan tetapi, mereka yang mampu merefleksikan dalam kehidupan sehari-harinya tentang apa itu pemuda, dia lah pemuda seutuhnya.
Ironis, jika seorang pemuda tidak tau dengan ke-pemudaan-nya.

Dan, lebih ironis lagi bagi mereka yang tidak tahu bahkan tidak sedikit pun ingin tahu bahwa hari ini adalah hari sumpah pemuda.
Paling tidak.

Maaf, ini adalah wujud kegelisahan hati saya terhadap kondisi pemuda saat ini.
Termasuk diri saya sendiri.
Jadi kalau ada yang kurang pas atau kurang berkenan, harap maklum. jangan di masukkan dalam hati.

"Selamat Hari Soempah Pemoeda. 28 Oktober."

Oleh :
Muhammad Ilfan Sokhib,
Di kamar pribadi.

#menyindirdirisendiri



Soempah Pemuda
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MULAILAH MENULIS!

MULAILAH MENULIS! Menuangkan ide, pikiran atau gagasan dalam sebuah tulisan memang bukanlah perkara yang mudah. Apalagi bagi mereka ya...