Cari Blog Ini

Kamis, 02 Januari 2020

MULAILAH MENULIS!

MULAILAH MENULIS!

Menuangkan ide, pikiran atau gagasan dalam sebuah tulisan memang bukanlah perkara yang mudah. Apalagi bagi mereka yang memang tidak memiliki keahlian khusus dalam hal tulis menulis. Tapi patut dicatat, bahwa hal yang sulit bukan berarti tidak bisa untuk di kerjakan bukan?
Manusia, pada dasarnya memiliki potensi atau kemampuan yang besar dalam hidupnya. Karena, Ia telah di bekali oleh Tuhan dengan berbagai macam perangkat atau komponen yang tidak dimiliki oleh makhluk atau ciptaan Tuhan yang lain. Artinya, manusia memiliki kelebihan di banding makhluk Tuhan yang lain. Sehingga, menjadi aneh jika kemudian ada manusia yang mengeluh dengan situasi, keadaan maupun kondisi hidup yang sedang di jalaninya.
Teringat, suatu ketika seseorang pernah berkata, “hidup itu kan sudah ada yang menentukan. Mau kita jadi miskin, mau kita jadi kaya, itu sudah diatur semuanya”. Memang benar bahwa hidup kita sudah ada yang mengatur dan menentukan. Tapi, bukankah jika kita ingin punya uang, maka harus bekerja? jika kita ingin pintar, maka harus belajar? dan lain sebagainya. Artinya, bahwa tidak mungkin seseorang bisa memiliki uang jika tidak berusaha untuk mendapatkan uang (bekerja). Begitu pula, seseorang tidak akan menjadi pintar jika tidak berusaha untuk menjadi pintar (belajar).
Oleh karena itu, menjadi catatan penting! bahwa segala sesuatu itu tergantung usaha yang kita lakukan serta seberapa keras kita mengupayakan sesuatu yang kita harapkan tersebut. Baru kemudian, kita berdoa kepada Tuhan dan ber-ikhtiar atau tawakkal (berserah diri) kepada-Nya atas apa yang telah kita usahakan atau kita upayakan.
Menulis? Apa itu menulis? Bagaimana cara menulis yang baik? Apa yang harus ditulis? Apakah menulis itu penting? Dan seabrek pertanyaan yang lain. Menulis pada dasarnya merupakan suatu aktivitas atau kegiatan yang dilakukan seseorang dengan cara menuangkan tinta hitam di atas kertas putih. Adapun yang ditulis yakni terdiri dari rangkaian huruf, angka dan simbol. Namun, menulis yang dimaksud disini ialah suatu aktivitas atau kegiatan yang dilaksanakan oleh seseorang guna menuangkan suatu ide, pikiran atau gagasan dalam sebuah bentuk tulisan, baik di tulis menggunakan tinta hitam di atas kertas atau di ketik menggunakan laptop atau komputer. Yang jelas, menulis memiliki definisi yang sederhana dalam teorinya. Akan tetapi, memiliki definisi yang luas dalam praktek atau pelaksanaannya.
Setiap orang bisa untuk menjadi penulis. Bahkan sejak kecil pun kita sudah diajari bagaimana menulis yang baik dan benar. Hanya saja yang membedakan ialah pada konteks, topik atau pembahasan apa yang kemudian di wujudkan menjadi sebuah tulisan. Tentunya, masing-masing orang memiliki kemampuan dan kapasitas yang berbeda. Sehingga tulisan yang dihasilkan tentu akan berbeda pula.
Penulis yang baik ialah seseorang yang suka membaca. Meskipun tidak, minimal memiliki perbendaharaan kata yang sangat banyak. Sehingga, bagi sebagian orang, tulisan yang baik ialah tulisan yang memiliki narasi yang baik, terstruktur, tidak njlimet dan mudah dipahami. Akan tetapi, bagi sebagai yang lain, tulisan yang baik ialah tulisan yang berisi atau berbobot. Namun, bagi sebagian yang lain lagi, tulisan yang baik ialah tulisan yang narasi-nya terdiri dari kata-kata ilmiah, meskipun njlimet dan sulit dipahami.
Terlepas dari hal tersebut, tulislah, tulislah dan tulislah. Mengapa? Karena menulis adalah karya. Ketahuilah! Tidak semua orang punya kemauan bahkan kesadaran sehingga badan tergerak untuk menulis. Untuk itu, tidak perlu takut dan tidak perlu ragu jika kemudian tulisan kita tidak diapresiasi atau bahkan tidak dihargai oleh orang lain. Justru, kitalah yang harus mengapresiasi diri kita sendiri karena telah berkarya nyata melalui tulisan-tulisan kita, meski sederhana. Ketahuilah! sejarah ialah milik mereka yang memiliki karya.


oleh : Muhammad Ilfan Sokhib
ditulis di sudut kamar pengap dan berantakan,

Lamongan, 02 Januari 2020, 12:34 WIB

Rabu, 01 Januari 2020

Bingung! Hidup ini untuk mencari apa?

Bingung! Hidup ini untuk mencari apa?

Apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup? Sebuah pertanyaan yang tetiba mencuat di alam pikiran, di sebuah sore yang sejuk, usai gerimis reda, yang ternyata di sore hari awal tahun 2020. Seketika itu, otak bekerja lebih keras dibanding hari-hari biasa. Entah apa sebenarnya yang mengakibatkan pertanyaan itu muncul di alam pikiran. Berfikir, berfikir dan terus berfikir, hingga kemudian pikiran menggerakan anggota tubuh (tangan-red) untuk menuangkan dalam suatu narasi yang terdiri dari kata-kata yang tidak teratur ini. Entah hal ini karena ikut campur hati atau murni inisiatif pikiran itu sendiri. Namun, setelah ini, akan saya jejak digital kan narasi yang telah tertuang dalam tulisan ini.
Otakku terus bekerja, tangan kemudian bergerak, nafas memburu, jari-jari mengetik, jantung memompa darah sehingga mengalir lebih cepat, eh ternyata hanya kebingungan yang saya dapatkan. Namun, otak tetap terus bekerja, bekerja dan bekerja. Oh iya, saya teringat pada suatu pelajaran, bahwa Tuhan menciptakan manusia secara sempurna. Manusia di karuniai akal sekaligus nafsu. Dimana keduanya merupakan hal yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan Tuhan, yakni malaikat dan setan. Artinya manusia memiliki perangkat yang lengkap, sehingga manusia itu mempunyai kehendak, mempunyai keinginan, mempunyai kemampuan untuk memacahkan masalah, mampu mengidentifikasi suatu hal, serta mampu mencari sesuatu yang memang perlu untuk didapatkan dalam hidupnya. Lantas, apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup? Untuk apa hidup ini? Bagaimana bisa kita hidup di dunia ini? Ah! pertanyaan itu makin kuat menghujam pikiranku. Ia benar-benar telah membuatku bingung.
Jadi teringat, bahwa suatu ketika saya mendapatkan sebuah pelajaran bahwa pencarian yang dilakukan oleh manusia itu diantaranya yakni, mencari kekuasan, jabatan, harta kekayaan, kemuliaan, eksistensi diri, pengakuan dari orang lain, dan lain-lain, bahkan mungkin tidak jarang juga orang-orang masih mempertanyakan apa yang sebenarnya dicari dalam hidup ini, seperti halnya saya sekarang ini.
Apakah hidup ini sebenarnya hanya sebuah perjalanan? Yang kadang kebanyakan orang tidak menyadari telah mendapatkan banyak hal atau menjumpai banyak sesuatu dalam hidupnya, Atau, apakah hidup ini hanya untuk mencari kesenangan dan kebahagiaan dunia? Atau hidup ini adalah untuk  beribadah kepada-Nya dan mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya guna menuju alam akhirat yang kekal adanya? Ya Tuhan! Apakah aku sedang mengalami degradasi keyakinan atau justru sedang merefleksikan kembali bahwa untuk apa dan mencari apa di hidup ini?
“Asyhadu alla ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadur Rosululloh”, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT. Mungkin lebih baik aku ber-Syahadat kembali sekarang. Dari sini aku mulai memahami bahwa hidup itu tidak kemudian ada begitu saja. Hidup itu sudah ada yang menentukan dan hidup itu telah menjadi bagian dari skenario-Nya. Maka, kita sebagai manusia yang menjalani kehidupan itu sendiri, harus mempunyai tujuan hidup, harus mempunyai keyakinan, harus beragama dan harus menyakini bahwa kita itu ber-Tuhan.
Tak terasa, saat sedang mengetik, adzan maghrib pun berkumandang. Saya putuskan untuk mengambil wudhu dan kemudian melaksanakan sholat maghrib terlebih dahulu. Usai sholat, saya sungguh-sungguh menyesal bahwa selama 24 (dua puluh empat) tahun ini hidupku saya gunakan untuk aktivitas yang sebenarnya tidak banyak memberi manfaat, baik untuk diri sendiri bahkan untuk orang lain. Ya Allah ampunilah segala kesalahan dan dosa-dosaku.
Pada akhirnya, hanya sebuah penyesalan yang saya dapatkan. Namun saya begitu bersyukur, bahwa di awal tahun 2020 ini saya mendapatkan energi positif untuk dapat evaluasi diri, sehingga dapat memperbaiki diri dan melanjutkan hidup menuju lebik baik. Mudah-mudahan. Amiin. Saya akan berusaha menjalani hidup ini dengan lebih baik. Lebih produktif. Senantiasa berfikir positif. Istiqomah dan komitmen dalam menjalankan suatu pekerjaan. Berusaha keras mewujudkan tujuan hidup, yakni mampu memberi manfaat bagi orang-orang disekitar. Fokus mengerjakan suatu hal, dan tak lupa, memperbaiki urusan beribadah kepada-Nya. Sedikit catatan, tapi mudah-mudahan mampu membawa diriku kearah yang benar-benar lebih baik. Amiin.
Bagi siapapun yang membaca ini, semoga mampu mengambil manfaat darinya. Meskipun tidak, semoga bisa terhibur J

Oleh : Muhammad Ilfan Sokhib
Diketik disuatu tempat, disudut kamar yang cukup berantakan.

Lamongan, 01 Januari 2020, 17:36 WIB

MULAILAH MENULIS!

MULAILAH MENULIS! Menuangkan ide, pikiran atau gagasan dalam sebuah tulisan memang bukanlah perkara yang mudah. Apalagi bagi mereka ya...