Cari Blog Ini

Sabtu, 11 November 2017

Momuntem Hari Pahlawan Nasional

Momuntem Hari Pahlawan Nasional

Pada waktu itu, bertepatan pada tanggal 10 November 1945 adalah hari dimana sejarah besar bangsa Indonesia tercipta. Bagaimana tidak? pada hari itu bangsa indonesia khususnya arek arek surabaya dengan inisiasi atau penggeraknya adalah Bung Tomo dengan semboyannya “Mati dalam keadaan mulia atau hidup penuh kehinaan” telah menunjukkan sekaligus membuktikan keberanian, cinta, serta rasa kepemilikannya yang mendalam terhadap Indonesia. Sehingga apapun yang mereka miliki, baik itu tenaga, keluarga, darah, bahkan nyawa sekalipun mereka korbankan.

Yang mana atas perjuangan dan pengorbanan mereka, pada hari ini kita bisa bersama-sama menikmati dan bisa bersama-sama merasakan buah sekaligus hasil dari perjuangan dan pengorbanan mereka. Sehingga hari yang bersejarah yang tercipta dari rahim bangsa yang sedang berjuang itu, kini kita kenal sebagai Momentum Hari Pahlawan Nasional. Untuk itu, kita sebagai generasi penerus bangsa, dimana kita hanya tinggal menikmati dan merasakan serta mensyukuri saja tanpa perlu perjuangan dan pengorbanan, harusnya tidak lupa dan tidak buta dengan sejarah besar itu.

Jika kita mem-flasback ulang situasi dan kondisi pada waktu itu, tentu akan sangat jauh berbeda dengan ketika kita melihat situasi dan kondisi pada hari ini. Khususnya situasi dan kondisi dimana semua pemuda dan semua rakyat adalah sedang berjuang, tapi tidak untuk hari ini. 

Terlepas dari itu semua, kita sebagai penikmat sejarah dan bukan pelaku sejarah, seharusnya sadar dengan yang demikian itu. Kita bersama tahu, kita bersama sadar, dan kita bersama faham bahwa tugas kita sekarang adalah hanya mengenang, merawat, dan menjaga sejarah itu agar tetap ada. Itu saja sebenarnya tugas kita hari ini. Kita tidak perlu lagi bersusah payah berjuang dan berkorban seperti para pelaku sejarah pendahulu kita waktu itu. Pertanyaannya sekarang adalah apakah kita tahu, apakah kita sadar, dan apakah kita faham dengan tugas itu? Jika tidak, maka saya pastikan kita bersama adalah penghianat untuk mereka.

Ironis, jika hal itu sampai terjadi.

Dan, lebih ironis lagi ketika pemuda zaman now yang hanya tinggal menikmati jerih payah perjuangan para pahlawan tidak menghargai dan menghormati sama sekali atas jasa-jasa mereka. Contoh real atau fakta di lapangan, diantara kesekian banyaknya pemuda di negeri ini, banyak pemuda yang datang di Monumen-monumen Nasional. Namun, hanya sekedar untuk nongkrong,  foto-foto atau bahkan pacaran di tempat-tempat tersebut. Apakah ini pantas di lakukan? Akan tetapi, ini masih mending (bahasa jawa) daripada yang lupa dan tidak mau sama sekali meluangkan waktunya sejenak untuk berkunjung ke monumen-monumen atau makam para pahlawan untuk sejenak mengenang dan mendoakan mereka. Tapi bukan itu permasalahannya. Tinggal kita mau atau tidak. itu saja sebenarnya. Paling tidak mengenang dan mendoakan mereka setiap kali kita selesai sembahyang.

Sebagai bagian dari bangsa ini, lebih-lebih sebagai seorang pemuda sekaligus sebagai mahasiswa tentu tugas dan tanggung jawab yang ada di pundak kita jauh lebih besar di bandingkan dengan yang lain. Mengapa demikian? Pertama, seorang pemuda adalah aset utama bangsa. Kedua, seorang pemuda adalah kunci atau penentu arah bangsa ini 10-20 tahun ke depan. Ketiga, pemuda adalah estafet kepemimpinan bangsa, karena tidak mungkin kepemimpinan di negeri ini selamanya di pegang ataupun di jalankan oleh orang itu-itu saja. Semisal hari ini Presiden kita adalah Pak Jokowi. Tidak mungkin selamanya beliau yang jadi presiden. Pasti generasi muda lah yang akan menggantikan. Sampai seterusnya. Sampai di struktur pemerintahan paling bawah yaitu di desa. pasti butuh dengan yang namanya regenerasi kepemimpinan.

Selanjutnya, tugas dari seorang mahasiswa adalah kuliah yang aktif dan berorganisasi yang aktif. Itulah tugas mahasiswa. Adapun tanggung jawab seorang mahasiswa adalah: Pertama, sebagai agen perubahan yang mampu membawa dan menjadikan bangsa Indonesia ini menuju lebih baik. Kedua, adalah seseorang yang membawa dan memberi manfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya. Ketiga, mahasiwa adalah seseorang yang di harapkan mampu memberikan cahaya dan pentunjuk bagi mereka. Khususnya bagi masyarakat dimana ia tinggal dan bagi mereka yang membutuhkan.

Yang lebih penting bagi kita sekarang adalah menginternalisasikan semangat juang dan rela berkorban mereka kedalam hati kita. Semisal, bagi yang kuliah, kuliahnya rajin. bagi yang berorganisasi, berorganisasinya aktif. bagi yang bekerja, bekerjanya giat. Dan seterusnya. Karena hal-hal seperti inilah merupakan salah satu cara bagi kita untuk menghargai jasa para pahlawan.

Untuk itu, di hari pahlawan ini, marilah sejenak kita merenung kita mengheningkan cipta dengan khidmat dengan penuh penghayatan bahwa kita adalah pemuda harapan, bahwa kita adalah pemuda yang mempunyai tugas dan tanggung jawab lebih di bandingkan dengan yang lainnya, bahwa kita adalah penentu masa depan bangsa Indonesia ini.


Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2017



Dengan seluruh angkasa raya memuji
Pahlawan negara
Nan gugur remaja diribaan bendera
Bela nusa bangsa

Kau kukenang wahai bunga putra bangsa
Harga jasa
Kau Cahya pelita
Bagi Indonesia merdeka

Karangan / Ciptaan : T. Prawit

Lahumul Fatihah...

Tulisan Sederhana ini, sebagai bentuk apresiasi saya terhadap para pahlawan. Dan melawan lupa terhadap jasa-jasa mereka.


Oleh :
Muhammad Ilfan Sokhib 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MULAILAH MENULIS!

MULAILAH MENULIS! Menuangkan ide, pikiran atau gagasan dalam sebuah tulisan memang bukanlah perkara yang mudah. Apalagi bagi mereka ya...