PESAN-PESAN PAHLAWAN NASIONAL
Jenderal Sudirman
"Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah
anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan . met of zonder pemerintah, TNI akan
berjuang terus".
Prof DR. R. Soeharto
"Right of Wrong is my country, lebih-lebih kalau
kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita
wajib memperbaikinya".
Prof. Moh. Yamin, SH.
"Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong
kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada
akar sejarah bangsa kita sendiri".
Nasional Supriyadi.
"Kita yang berjuang jangan sekali-kali
mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi".
Teuku Nyak Arif.
"Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup
kita bersama".
Abdul Muis.
"Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa
pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang".
Pangeran Sambernyowo KGPAA Mangkunegoro I.
Rumongso melu handarbeni (merasa ikut memiliki).
Wajib melu hangrungkebi (wajib ikut mempertahankan).
Mulat sariro hangroso wani (mawas diri dan berani
bertanggung jawab).
Kapiten Pattimura
"Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan,
tetapi kelak Pattimura-pattimura muda akan bangkit".
Silas Papare
"Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah
perjunganku".
Bung Tomo
"Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah
kawan".
"Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai
darah merah, yang dapat membikin secarik kain putih, merah dan putih,
maka selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga."
Gubernur Suryo
"Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap
kita ialah lebih baik hancur dari pada dijajah kembali"
Ir. Soekarno
"Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut
Semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan
dunia."
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati
jasa pahlawannya."
"Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan
dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang
merdeka"
"Perjuanganku lebih muda karena mengusir
penjajah, tapi perjuangamu akan lebih sulit karena melawan bangsamu
sendiri"
"Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah"
Moh. Hatta
"Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat
dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita"
"Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung
dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia
hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan
bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya
sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar